Sakit biasa yang menyiksa…

Udah hampir 1 minggu ini, badan kurang fit. Batuk, flu, pusing bercampur jadi satu. Kelihatannya memang penyakit yang biasa saja, tapi ini sangat mengganggu sekali. Proses belajar mengajar jadi terganggu, kerjaan kantor terganggu, apalagi kerjaan rumah. Karena saya tidak punya ART, semua dikerjakan sendiri, mulai dari ngurus anak, suami ampe pekerjaan rumah lainnya, ya nyuci piring, masak, setrika pakaian, dll. Dengan kondisi seperti ini harusnya istirahat, tapi tetap aja ga bisa istirahat, tetap masuk kantor, tetap mengajar dan tetap bekerja…..Alhamdullilah masih sanggup (walau sebenarnya ga sanggup juga)….

Sakit biasa yang menyiksa…

Duh Teman

Kok tiba-tiba pengen nulis sesuatu ya…hari ini mood saya lagi bagus banget, bangun pagi udah beres-beres, nyampe kantor lanjutin beresin meja kerja sendiri, ampe isi laci-lacinya jadi rapi pi pi …..

Pengen nulis ini karena habis lihat-lihat socmed dan tetiba baca status salah seorang teman. Ini teman kenal udah lama banget, satu kelas selama 4 tahun, walau ga begitu akrab, tapi cukup dekat… Sekian tahun tidak berjumpa, berkat socmed akhirnya ketemu. Awalnya saya merasa, teman saya ini memiliki pemahaman agama yang sangat baik, karena ada beberapa hal yang sifatnya umum malahan pemerintah juga sudah menganjurkan untuk menggunakannya, teman saya tidak melakukannya dengan menyatakan itu adalah hal yang dilarang oleh agama kami. Dari hal-hal seperti itu, saya awalnya menyimpulkan sendiri teman saya sudah sangat paham dengan agama yang kami anut (sebenarnya saya tidak punya hak untuk menilai keimanan seseorang, hanya Allah SWT yang berhak dan tau kadar dan kualitas keimanan hamba-Nya).
Tapi kesimpulan saya kok jadinya agak kurang pas sekarang, setelah melihat-lihat statusnya si teman…agak kontradiksi sih, kalau dulu kayaknya paham banget, kalau sekarang kayaknya paham tapi kok dilanggar dengan alasan-alasan yang lebih “duniawi” ….

Tapi ah sudahlah teman, hidup ini memang tidak pernah konstan, selalu seperti roda mobil yang berjalan (ga pedati lagi), terkadang dibawah terkadang diatas. Begitu juga kadar keimanan kita, kadang naik kadang juga turun.

Ego diri manusia, terkadang selalu merasa yang dilakukannya adalah benar (karena pengetahuan benarnya hanya sampai disitu), saya merasa saya benar, dan si teman mungkin merasa dia benar juga….cukuplah kita intropeksi diri masing-masing, mari mengkaji kembali keimanan kita lewat guru-guru kita yang benar-benar mengerti tentang ilmunya, ilmu dunia dan ilmu akhirat.

Hidup ini hanya sebentar, hanya tempat persinggahan sementara saja. Jangan karena ingin dipuja manusia, sampai kita menggadaikan akhirat.

Ah kawan…..

Duh Teman

Kwik Kian Gie: “Istilah ‘BBM Bersubsidi’ adalah Pembohongan Publik !”

Berapa sebenarnya keuntungan Pemerintah dari minyak (asumsi bensin premium)..?

1 barel = 159 liter1 USD = Rp12.000. Menurut Kwik Kian Gie, biaya untuk mengangkat minyak dari perut bumi (lifting) + biaya pengilangan (refining) + biaya transportasi rata-rata ke semua pompa bensin adalah 10 USD, atau jika dalam rupiah 10 : 159 x 12.000 = Rp754,7 dibulatkan = Rp755/liter.

Jadi sebenarnya dengan menjual premium Rp6.500/liter, Pemerintah sudah untung sebesar 6.500 – 755= Rp5.745/liter. Sekarang tinggal dikalikan berapa liter kebutuhan (konsumsi) dalam negeri, itulah ‘keuntungan’ yang diperoleh Pemerintah dari hasil jualan bensin premium pada rakyatnya sendiri!

Minyak dari perut bumi sendiri dan menurut UUD’45 Pasal 33 untuk kesejahteraan rakyat Indonesia: jangankan GRATIS, malah rakyat disuruh beli dengan harga Rp6.500? Sekarang Pemerintah mau ambil untung berapa rupiah lagi dengan menaikkan BBM menjadi Rp 8.500 ? Subsidi itu ada kalau Pemerintah merugi, artinya harus ‘nombokin’ (memberi bantuan tunai).

Kenyataannya dengan menjual Rp6.500 per liter, Pemerintah masih untung, bahkan untung besar. Lantas, di mana letak subsidinya? Pemerintah selalu bilang “Rugi, tekor, dll…!” Di mana ruginya? Di mana tekornya? Istilah ‘BBM bersubsidi’ adalah pembohongan publik!

Sekarang yang juga jadi pertanyaan adalah “Adakah negara-negara di dunia ini yang menjual minyaknya (untuk konsumsi dalam negerinya) dengan harga di bawah harga pasar (harga New York Mercantile Exchange/NYMEX)?”Jawabnya ada! Beberapa negara yang menjual minyak di bawah harga NYMEX, di antaranya:

*Venezuela Rp585/liter
*Turkmenistan Rp936/liter
*Nigeria Rp1.170/liter
*Iran Rp1.287/liter
*Arab Saudi Rp1.404/liter
*Libya Rp1.636/liter
*Kuwait Rp2.457/liter
*Qatar Rp2.575/liter
*Bahrain Rp3.159/liter
*Uni Emirat Arab Rp4.300/liter

Selama bertahun2, rakyat cuma ‘dikibulin’ Pemerintah! Dan ini akan terus berlanjut pd masa pemerintahan Jokowi-JK

Kwik Kian Gie: “Istilah ‘BBM Bersubsidi’ adalah Pembohongan Publik !”

BBM oh BBM

Jam 00.00 WIB tadi malam, secara resmi BBM naik Rp. 2000. Premium dari Rp. 6500 menjadi Rp. 8500, solar Rp.5500 jadi Rp.7500. Kalau dilihat nominal naiknya tidak terlalu besar bagi sebagian orang, toh cuma Rp. 2000 saja, cukup besar bagi sebagian yang lain.

Saya tidak menolak kenaikan BBM, malahan bagus banget kalau BBM naik, sehingga subsidi BBM bisa dialihkan untuk pembangunan negeri kita ini, tapi dengan syarat BBM NAIK, SEMBAKO dan BARANG-BARANG LAIN TIDAK NAIK…bisa ga? Ada yang bisa menjamin efek domino dari kenaikan harga BBM ini?

Oh pemerintahku sayang, tolong donk buat kebijakan yang pro rakyat kecil, jangan iming-imingi kami dengan kartu-kartu sakti yang belum terbukti kesaktiannya….

Wahai wakil kami yang di”sana”, sudahkah membela kami yang telah memilih anda untuk duduk disana? Sudahkah anda rasakan bagaimana tidak berdayanya kami atas kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini?

Pinjam lagu Iwan Fals (Maaf diplesetkan sedikit)…..

BBM naik tinggi, daging tak terbeli

Pemerintah tarik subsidi, rakyat kami kurang gizi

BBM oh BBM